Jumat, 03 Januari 2014

Michi 7

Setelah menempuh perjalanan yang panjang Aku dan ketiga sahabatku akhirnya sampai di pantai Sempu. Pantai Sempu ini ada di daerah selatan kota Malang, untuk mencapai ke Pantai ini kurang lebih memakan waktu 2 jam dari pusat kota. Pantainya masih sangat asri dan Indah, pasirnya yang putih dan air laut yang berwarna biru zamrud, semakin disempurnakan dengan pantulan matahari di permukaan air laut seakan kami berada di surga. Ya..memang wajar saja, Pantai Sempu ini jarang sekali di kunjungi oleh para pelancong.
" Indahnya." terdengar kak Anna. Aku dan Dwi hanya tersenyum dan menikmati pemandangan di sekitar pantai.
" Evie ayo kita berenang!." imbuh kak Anna mengajak Evie, tetapi Evie hanya merunduk dan terdiam. Dia sangat enggan melihat ke arah Pantai.
"Apa kau baik-baik saja Evie? .","Apa kau sakit?" sambung kak Anna mencari tahu.
" Evie maukah berjalan-jalan dulu sebentar denganku?. " ucapku pada Evie, begitu Aku menyadari ketidak nyamanan Evie, " Baiklah, aku akan bermain bersama kak Anna. " balas Dwi dengan mata yang sangat mencurigakan. Aku tahu apa rencana Dwi sebenarnya dan memang itulah perilaku Dwi. Ya..Sudahlah, Aku berjalan menyusuri garis pantai bersama Evie. Ombak yang menerpa kakiku begitu lembut, " Ini menyenangkan sekali. " kataku membuka pembicaraan dengan Evie.
"Tyo..bisakah kau diam!, kau jangan seakan peduli padaku!." geram Evie seraya berjalan menjauhiku. Aku tidak membalas ucapan Evie dan hanya melihatnya berjalan menjauh dan masuk ke dalam hutan, Aku mengerti kenapa Evie bersikap seperti itu.
Di kejauhan kak Anna dan Dwi yang sedang bermain bola di pantai. Melihat Evie yang menjauh dariku, mereka juga melihat raut wajah Evie yang terlihat sangat kesal.
"Apa yang sedang terjadi?." tanya kak Anna.
"Entahlah..tapi kalau Dwi berani menyakiti hati Evie, akan aku hajar dia.." Dwi mengungkapkan perasaannya dengan menekan bola yang Ia pegang hingga meletus.
"Hey..Dwi lihat apa yang kau lakukan!." teriak kak Anna "Apa yang akan kita lakukan sekarang kalau kau meletuskan bolanya..dasar payah!."
Aku hanya bisa melihat Evie yang semakin masuk ke dalam hutan, tapi Aku juga khawatir jika terjadi sesuatu pada Evie. Akhirnya Aku mengikuti Evie ke dalam hutan.
"Hey Evie tunggu..".
Aku hanya tidak ingin acara liburan ini kacau gara-gara satu kesalahan. Aku terus mengejar Evie dan memintanya menungguku, tetapi dia yang semakin mempercepat langkahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar