Perjalanan dari Surabaya menuju Kota Malang kurang lebih memakan waktu 2 jam dengan kereta, memang Aku dan yang lainnya memilih naik kereta cepat. Kami berangkat dari Surabaya tepat pukul 7.00 pagi.
"Sudah lama sekali aku tidak npergi naik kereta." ujarku mengawali pembicaraan.
"Eh??..Benarkah??.." sahut kak Anna "Memang kapan kau terakhir kali naik kereta?."
"Kalau tidak salah.." aku mencoba mengingat "Waktu aku masih kelas 4 SD, waktu itu liburan sekolah tempat Ibuku bekerja ke Bandung."
"Ahh..kau membuatku iri saja Tyo." sela Evie "Aku dari dulu ingin sekali pergi ke sana, tapi setiap aku menabung..selalu ada godaannya."
Karena hari sabtu banyak orang yang pergi menggunakan kereta, jadi kereta hari ini cukup ramai, meskipun demikian suasana di kereta ini sangat nyaman dan tenang, kabinnya pun cukup bersih. Dari jauh aku melihat kondektur kereta sudah mulai berjalan untuk memeriksa karcis. Tetapi hal di luar du gaanku terjadi.
"Gawat di mana karcisku?." tanyaku gelisah, karena aku melihat kondektur kereta sudah sampai di gerbong depanku.
"Apa ada yang salah tyo?." tanya kak Anna.
"Sepertinya aku lupa menyimpan karcisku." jawabku
"Memang kau tadi menyimpannya di mana Tyo?." tanya Evie "Dasar kau ceroboh sekali."
Aku hanya bisa tersenyum kecut kepada teman-temanku. Akupun semakin gelisah karena kondektur sudah sampai di gerbong tempat kami.
"Hey..Tyo kalau kau membuat kita turun di stasiun berikutnya, kau harus menanggung biaya menuju ke Malang." Dwi membuatku semakin panik.
"Kau jangan ngomong sembarangan dasar payah." Belaku "Aku ingat menyimpannya di saku
celanaku."
"Cobalah untuk tenang Tyo." Kata kak Anna menenangkan "Aku yakin karcismu masih di situ."
Aku melihat ke arah kondektur kereta, dia tinggal beberapa kursi lagi, dan aku mencoba mengikuti saran kak Anna untuk tenang dan sekali lagi memeriksa satu per satu.
"Ah..ketemu !." ucapku senang.
"Sudah Aku bilangkan?."tukas kak Anna "semua akan baik-baik saja jika kau tenang."
"Dasar kau memang ceroboh tyo." kata Evie menyindir
Aku berterima kasih pada kak Anna dan meminta maaf pada semuanya. Apa yang di katakan kak Anna memang benar adanya. Mungkin masalah bukanlah hal yang kita inginkan kadang berat dan menyakitkan, tetapi jika kita tenang saat menghadapi setiap masalah dengan tenang semua akan baik-baik saja.
Pak kondektur telah memeriksa tiketku dan yang lainnya, perjalanan tinggal 1 jam lagi. Aku dan yang lainnya sangat menikmati perjalanan hari ini. Sepanjang perjalanan kami bercerita, bercanda dan bertukar pikiran tentang berbagai macam hal. Akupun banyak belajar dari cerita-cerita tentang kehidupan mereka, suka ataupun duka. Aku merasa Ini adalah perjalanan yang terbaik dan sangat menyenangkan.
Tyo, Dwi, dan Evie adalah Trio Sahabat sejak SMA, mereka selalu bersama dalam suka dan duka, Michi adalah sebuah kisah persahabatan, cinta, dan kehidupan..berbagai petualangan masa muda mengejar mimpi-mimpi di sajikan dengan dinamis..
Selasa, 31 Desember 2013
Senin, 30 Desember 2013
Michi 5
Aku dan dua sahabatku menunggu bus yang akan mengantar kami ke stasiun gubeng, ya..hari ini kami melaksanakan rencana berlibur ke Pantai sempu, Malang selatan. Kami berangkat cukup pagi sekitar pukul 5.00,karena kereta akan berangkat pukul 7.00.
"Kenapa kita berangkat sepagi ini?."Dwi mulai keluhnya,"aku hanya tidur beberapa jam tadi malam."
"memang apa saja yang kau lakukan semalaman?."tanyaku"kau kan yang paling bersemangat untuk liburan ini?.","kenapa jadi kau yang jadi payah sekarang?"
"sudahlah..aku tak mampu menjawab pertanyaanmu."
Evie Sepertinya tidak menunjukkan kemarahan atau benci setelah Aku dan Dwi meninggalkannya di bus kemarin. Tapi ada yang sedikit berbeda dari Evie, dia terlihat murung dan banyak diam dari biasanya.
"Hey..kalau kita sudah di sana..apa yang akan kalian lakukan?"tanya Evie padaku dan Dwi.
"Aku harap bisa melihat pemandangan bagus".jawab dwi dengan raut muka membayangkan sesuatu.
"Apa yang kau pikirkan payah.?"bentak evie"seingatku Pantai Sempu bukan pantai umum,jadi jangan berpikir yang aneh-aneh!"
"Apa kau sudah pernah kesana evie?"
"Bisa dikatakan seperti itu..dulu setelah ujian akhir SMP..aku dan teman2ku merayakan dengan pergi ke sana."terang Evie."Tetapi aku sebenarnya tak ingin ikut."lanjut Evie dengan suara lirih"Begitupun saat ini".
Aku tak melanjutkan pertanyaanku setelah melihat raut wajah Evie yang menunjukkan kesedihan. Aku hanya berpikir sesuatu yang tidak nyaman membebani pikiran Evie sampai saat ini.
"Ahh..itu bus kita!"teriak Dwi"Ayo berangkat!"
Perjalanan menuju stasiun gubeng dari rumah kami memakan waktu kurang lebih satu jam. Di tengah perjalanan telepon genggam milikku berdering, ternyata kak Anna yang menelepon.
"Apa kalian sudah berangkat?."suara kak Anna dari seberang sana.
"kita dalam perjalanan sekarang, kurang lebih satu jam lagi sampai."
"Baiklah..aku akan menunggu di depan stasiun."balas kak Anna.
Setelah ku tutup telepon genggamku, Aku melihat Dwi yang sedang tertidur disebelah kiriku, dekat jendela. "kalau anak dua ini tidak ribut suasana cukup sepi juga."kataku dalam hati. tapi yang aku khawatirkan bukanlah hal itu. Aku Melihat Evie murung. tidak tega melihat sahabatku terdiam sendiri, Aku pun duduk di Sebelahnya.
"Coba kau lihat Dwi..tidurnya seperti anak kecil..dasar payah.."kataku mencoba menghibur Evie, Tapi sepertinya Upayaku tidak berhasil.
"Hey..ayo bersemangatlah..kita kan sedang liburan kenapa kau murung..??."lanjutku,"Kau tidak harus memaksakan diri mengikuti rencana bodoh dwi kemarin, kalau kau sebenarnya tak ingin."
"Sebenarnya aku ingin mengatakannya..tapi melihat Dwi begitu bersemangat dengan liburan ini, sebagai sahabat aku tak tega menolaknya."Tukas Evie.
"Kalau Aku boleh tahu.."ucapku,"Apa yang sebenarnya terjadi?."
Sepanjang perjalanan Evie menceritakan alasannya kenapa Dia membenci Pantai ataupun Laut, Saat dia masih duduk di kelas 4 Sekolah dasar, Evie bersama keluarganya berwisata ke Pulau Lombok. Pulau yang terkenal dengan Lautnya yang Indah. Hari Itu adalah hari yang sangat Indah untuk penerbangan dan tidak ada tanda-tanda hal buruk akan terjadi, Semuanya berjalan lancar. Setelah beberapa menit lepas landas Pesawat yang ditumpangi keluarga Evie di hantam badai, kemudian terjadi kerusakan, salah satu mesin pesawat tiba-tiba berhenti dan terbakar akibat tersambar petir. Hal ini membuat pesawat tidak stabil dan menukik sehingga jatuh di laut lepas, pesawat terbelah menjadi tiga bagian dan sebagian besar penumpang serta kru pesawat tewas pada kecelakaan tersebut, termasuk Ayah, Ibu, dan Adik Evie. hanya segelintir orang yang berhasil selamat, Evie adalah salah satu korban selamat. Tidak berhenti sampai di situ, Evie harus terapung dan bertahan selama 3 hari hingga akhirnya dia ditemukan dan di selamatkan oleh seorang nelayan. Setelah kejadian itu dia tinggal bersama pamannya.
"Jadi seperti itu ya.."ucapku, Aku, Evie dan Dwi sejak 3 tahun yang lalu menjadi sahabat, Evie tidak pernah menceritakan hal tersebut. Aku dan Dwi-pun tidak ingin mencari tahu, karena Evie tidak pernah menunjukkan kesedihan seperti saat ini, "Aku minta maaf selama 3 tahun kita bersahabat, Aku tidak menceritakan pada kalian, dan memilih menyembunyikannya."Evie melanjutkan ucapannya,"Sejak kejadian mengerikan 8 tahun lalu, Aku selalu menjadi korban Bully di sekolah, dan teman-temanku mulai menjauhiku satu per satu, dan sejak saat itu aku tidak mempercayai siapapun."
"Hingga pada akhirnya aku bertemu kalian 3 tahun lalu."tukas Evie dengan tersenyum."2 hari lagi adalah hari kematian keluargaku"
"Aku mengerti sekarang, kau pasti sangat merindukan keluargamu."kataku memberi semangat
Aku ingat pertama kali kami bertemu, Evie adalah anak yang sangat tomboy, dia tidak segan menghajar siapapun yang mengganggunya. Ironisnya Aku dan Dwi adalah korban keganasan Evie, Tapi dari situlah awal pertemanan kami hingga menjadi sahabat.
Satu Jam perjalanan terasa sangat singkat, kamipun sampai di Stasiun Gubeng, Kak Anna sudah menunggu di depan stasiun. Dia melambai ke arah kami, Evie yang tadinya murung dan sedih kini sudah kembali seperti Evie yang biasanya, "keributan akan segera terjadi lagi." kataku dalam hati "tapi..syukurlah."
"Kenapa kita berangkat sepagi ini?."Dwi mulai keluhnya,"aku hanya tidur beberapa jam tadi malam."
"memang apa saja yang kau lakukan semalaman?."tanyaku"kau kan yang paling bersemangat untuk liburan ini?.","kenapa jadi kau yang jadi payah sekarang?"
"sudahlah..aku tak mampu menjawab pertanyaanmu."
Evie Sepertinya tidak menunjukkan kemarahan atau benci setelah Aku dan Dwi meninggalkannya di bus kemarin. Tapi ada yang sedikit berbeda dari Evie, dia terlihat murung dan banyak diam dari biasanya.
"Hey..kalau kita sudah di sana..apa yang akan kalian lakukan?"tanya Evie padaku dan Dwi.
"Aku harap bisa melihat pemandangan bagus".jawab dwi dengan raut muka membayangkan sesuatu.
"Apa yang kau pikirkan payah.?"bentak evie"seingatku Pantai Sempu bukan pantai umum,jadi jangan berpikir yang aneh-aneh!"
"Apa kau sudah pernah kesana evie?"
"Bisa dikatakan seperti itu..dulu setelah ujian akhir SMP..aku dan teman2ku merayakan dengan pergi ke sana."terang Evie."Tetapi aku sebenarnya tak ingin ikut."lanjut Evie dengan suara lirih"Begitupun saat ini".
Aku tak melanjutkan pertanyaanku setelah melihat raut wajah Evie yang menunjukkan kesedihan. Aku hanya berpikir sesuatu yang tidak nyaman membebani pikiran Evie sampai saat ini.
"Ahh..itu bus kita!"teriak Dwi"Ayo berangkat!"
Perjalanan menuju stasiun gubeng dari rumah kami memakan waktu kurang lebih satu jam. Di tengah perjalanan telepon genggam milikku berdering, ternyata kak Anna yang menelepon.
"Apa kalian sudah berangkat?."suara kak Anna dari seberang sana.
"kita dalam perjalanan sekarang, kurang lebih satu jam lagi sampai."
"Baiklah..aku akan menunggu di depan stasiun."balas kak Anna.
Setelah ku tutup telepon genggamku, Aku melihat Dwi yang sedang tertidur disebelah kiriku, dekat jendela. "kalau anak dua ini tidak ribut suasana cukup sepi juga."kataku dalam hati. tapi yang aku khawatirkan bukanlah hal itu. Aku Melihat Evie murung. tidak tega melihat sahabatku terdiam sendiri, Aku pun duduk di Sebelahnya.
"Coba kau lihat Dwi..tidurnya seperti anak kecil..dasar payah.."kataku mencoba menghibur Evie, Tapi sepertinya Upayaku tidak berhasil.
"Hey..ayo bersemangatlah..kita kan sedang liburan kenapa kau murung..??."lanjutku,"Kau tidak harus memaksakan diri mengikuti rencana bodoh dwi kemarin, kalau kau sebenarnya tak ingin."
"Sebenarnya aku ingin mengatakannya..tapi melihat Dwi begitu bersemangat dengan liburan ini, sebagai sahabat aku tak tega menolaknya."Tukas Evie.
"Kalau Aku boleh tahu.."ucapku,"Apa yang sebenarnya terjadi?."
Sepanjang perjalanan Evie menceritakan alasannya kenapa Dia membenci Pantai ataupun Laut, Saat dia masih duduk di kelas 4 Sekolah dasar, Evie bersama keluarganya berwisata ke Pulau Lombok. Pulau yang terkenal dengan Lautnya yang Indah. Hari Itu adalah hari yang sangat Indah untuk penerbangan dan tidak ada tanda-tanda hal buruk akan terjadi, Semuanya berjalan lancar. Setelah beberapa menit lepas landas Pesawat yang ditumpangi keluarga Evie di hantam badai, kemudian terjadi kerusakan, salah satu mesin pesawat tiba-tiba berhenti dan terbakar akibat tersambar petir. Hal ini membuat pesawat tidak stabil dan menukik sehingga jatuh di laut lepas, pesawat terbelah menjadi tiga bagian dan sebagian besar penumpang serta kru pesawat tewas pada kecelakaan tersebut, termasuk Ayah, Ibu, dan Adik Evie. hanya segelintir orang yang berhasil selamat, Evie adalah salah satu korban selamat. Tidak berhenti sampai di situ, Evie harus terapung dan bertahan selama 3 hari hingga akhirnya dia ditemukan dan di selamatkan oleh seorang nelayan. Setelah kejadian itu dia tinggal bersama pamannya.
"Jadi seperti itu ya.."ucapku, Aku, Evie dan Dwi sejak 3 tahun yang lalu menjadi sahabat, Evie tidak pernah menceritakan hal tersebut. Aku dan Dwi-pun tidak ingin mencari tahu, karena Evie tidak pernah menunjukkan kesedihan seperti saat ini, "Aku minta maaf selama 3 tahun kita bersahabat, Aku tidak menceritakan pada kalian, dan memilih menyembunyikannya."Evie melanjutkan ucapannya,"Sejak kejadian mengerikan 8 tahun lalu, Aku selalu menjadi korban Bully di sekolah, dan teman-temanku mulai menjauhiku satu per satu, dan sejak saat itu aku tidak mempercayai siapapun."
"Hingga pada akhirnya aku bertemu kalian 3 tahun lalu."tukas Evie dengan tersenyum."2 hari lagi adalah hari kematian keluargaku"
"Aku mengerti sekarang, kau pasti sangat merindukan keluargamu."kataku memberi semangat
Aku ingat pertama kali kami bertemu, Evie adalah anak yang sangat tomboy, dia tidak segan menghajar siapapun yang mengganggunya. Ironisnya Aku dan Dwi adalah korban keganasan Evie, Tapi dari situlah awal pertemanan kami hingga menjadi sahabat.
Satu Jam perjalanan terasa sangat singkat, kamipun sampai di Stasiun Gubeng, Kak Anna sudah menunggu di depan stasiun. Dia melambai ke arah kami, Evie yang tadinya murung dan sedih kini sudah kembali seperti Evie yang biasanya, "keributan akan segera terjadi lagi." kataku dalam hati "tapi..syukurlah."
Sabtu, 28 Desember 2013
michi 4
Aku terus menatapnya melalui pantulan jendela, wajah manis itu dan mata sayu itu, benar-benar gadis yang sempurna, seorang gadis yang tadi pagi aku abaikan, apakah kali ini aku akan mengabaikannya juga?. Aku terus mengumpulkan keberanian untuk duduk di sampingnya dan mulai mengenalnya. Tetapi hal ini sangat sulit dari yang aku bayangkan.
Aku masih menatapnya, gadis itu pun mulai merasa ada yang mengawasi dan langsung menatap ke arah ku, bagaikan terkena sengatan listrik di wajahku, Akupun sontak menatap kearah lain dengan wajah yang sepertinya memerah, tapiaku curi-curi melirik ke arahnya.
"Ya Tuhan dia masih menatapku." Gumamku dalam hati "Apa yang harus aku lakukan?"
Gadis itu mulai berdiri dari tempat duduknya, dan mulai melangkahkan kakinya.
"Apa dia akan duduk di sebelahku?,Ahh..tidak jangan sekarang." Ucapku dalam hati "Apa dia akan kemari?." Sontak degup jantungku semakin kencang berdegup seperti mesin mobil di lintasan balap."Aku susah bernafas." gumamku"perasaan apa ini?"
Gadis itu terus menatapku, dia terus melangkah kearahku. "Halte Taman Residence..Halte Taman Residence..Terima Kasih telah menggunakan jasa angkutan kami, periksalah barang bawaan anda sebelum meninggalkan bus." Suara Pengumuman di Interkom Bus dan gadis itu berjalan menuju dekat pintu keluar bus. Ternyata hanya perasaanku saja yang terlalu ke-PDan, gadis itu tidaklah datang kepadaku, tetapi dia akan turun di Halte tersebut. Sebelum gadis itu turun dari bus, dia sekali lagi menatap ke arahku. Aku masih belum berani menatapnya dengan wajah merahku, tapi aku melirik padanya. Aku melihat dia tersenyum padaku, senyumannya begitu manis dan seakan membuat jantungku berhenti berdetak.
"Ahh..Apa aku sedang bermimpi?","benarkah dia tadi tersenyum padaku?"ucapku dalam hati.
"Hey, Tyo!."Suara Evie mengejutkanku,"Apa kau setuju dengan yang kami bicarakan?.."tanya Evie melanjutkan."Bagaimana menurutmu?."
"Eh..Apa?."Jawabku Asal"Ahh..I..iya aku setuju saja,yang penting itu keputusan terbaik."
"Hei..Kau tidak apa-apa?."Taegas Evie"Apa kau sedang sakit?..kenapa wajahmu memerah seperti itu?."
"Apa maksudmu..Aku baik-baik saja kok."
"Kau sepertinya menyembunyikan sesuatu dari kami.."Dwi masih mencurigaiku
"Tidak ada yang harus aku sembunyikan dari kalian.."tegasku seraya ketawa kecut"bisa kacau kalau mereka tau.."batinku. Bus yang tadinya berhenti mulai berjalan kembali, meninggalkan halte tempat gadis itu turun. Aku masih melihatnya berdiri di halte itu, "Apakah itu daerah tempat tinggalnya?" gumamku dalam hati. Tanpa Aku sadari Dwi dan Evie pun melihat ke arah gadis itu.
"Wahh..dia gadis yang manis."Ucap Dwi
"Siapa gadis itu?."tanya Evie"Apakah kau mengenalnya?."
"Eh.."aku terkejut, tanpa bisa mengatakan apa-apa dengan wajah yang semakin memerah
"Hey..Evie kau mempertanyakan hal bodoh."sahut Dwi"Kau tau..teman kita satu ini sepertinya sedang jatuh cinta."
"Hey..diamlah."balasku kesal"jangan ngomong sembarangan..siapa yang sedang jatuh cinta!."
"Kalian Berdua diamlah.."Evie menengahi kami"Kalian laki-laki payah..kalian hanya menatap gadis yang kalian suka dari jauh, tanpa berani bertindak apa-apa, pantas saja tidak ada gadis yang mau sama kalian sejak SMA."
Seketika itu Aku dan Dwi seperti tertimpa batu berton-ton di kepala kami,"Iya maafkan kami.."Ujarku dan Dwi menyesali hidup. Evie-pun memulai ceramahnya seakan dia psykolog yang sudah handal, dia memberitahukan pada kami segala hal tentang wanita, hingga tanpa sadar Bus berhenti di Halte tempat tinggal kami, tetapi Evie masih saja asik dengan ceramahnya, Aku dan Dwi berniat mengerjainya. Tanpa memberi tahu Evie Aku dan Dwi turun dari bus. Setelah kami turun bus kembali berjalan, dan Eviepun menyadari jika Aku dan Dwi sudah turun dari bus. Evie melihatku dan Dwi dari dalam bus, dia terlihat sangat kesal dan mengomel. Aku dan Dwi hanya bisa tertawa dan melambaikan tangan ke arah bus.
"Hey..Dwi, Apa tidak apa?..kita lakukan itu pada Evie."Tanyaku cemas
"Sudahlah..ayo pulang..dia seorang laki-laki..dia akan baik-baik saja."balas Dwi"kau tidak ingat kalau dia sudah berceramah..dia akan melakukannya berjam-jam."
Aku hanya tersenyum membalas ucapan Dwi.
"Wahhh..Aku tak sabar lagi menunggu besok.."ujar Dwi.
Aku masih menatapnya, gadis itu pun mulai merasa ada yang mengawasi dan langsung menatap ke arah ku, bagaikan terkena sengatan listrik di wajahku, Akupun sontak menatap kearah lain dengan wajah yang sepertinya memerah, tapiaku curi-curi melirik ke arahnya.
"Ya Tuhan dia masih menatapku." Gumamku dalam hati "Apa yang harus aku lakukan?"
Gadis itu mulai berdiri dari tempat duduknya, dan mulai melangkahkan kakinya.
"Apa dia akan duduk di sebelahku?,Ahh..tidak jangan sekarang." Ucapku dalam hati "Apa dia akan kemari?." Sontak degup jantungku semakin kencang berdegup seperti mesin mobil di lintasan balap."Aku susah bernafas." gumamku"perasaan apa ini?"
Gadis itu terus menatapku, dia terus melangkah kearahku. "Halte Taman Residence..Halte Taman Residence..Terima Kasih telah menggunakan jasa angkutan kami, periksalah barang bawaan anda sebelum meninggalkan bus." Suara Pengumuman di Interkom Bus dan gadis itu berjalan menuju dekat pintu keluar bus. Ternyata hanya perasaanku saja yang terlalu ke-PDan, gadis itu tidaklah datang kepadaku, tetapi dia akan turun di Halte tersebut. Sebelum gadis itu turun dari bus, dia sekali lagi menatap ke arahku. Aku masih belum berani menatapnya dengan wajah merahku, tapi aku melirik padanya. Aku melihat dia tersenyum padaku, senyumannya begitu manis dan seakan membuat jantungku berhenti berdetak.
"Ahh..Apa aku sedang bermimpi?","benarkah dia tadi tersenyum padaku?"ucapku dalam hati.
"Hey, Tyo!."Suara Evie mengejutkanku,"Apa kau setuju dengan yang kami bicarakan?.."tanya Evie melanjutkan."Bagaimana menurutmu?."
"Eh..Apa?."Jawabku Asal"Ahh..I..iya aku setuju saja,yang penting itu keputusan terbaik."
"Hei..Kau tidak apa-apa?."Taegas Evie"Apa kau sedang sakit?..kenapa wajahmu memerah seperti itu?."
"Apa maksudmu..Aku baik-baik saja kok."
"Kau sepertinya menyembunyikan sesuatu dari kami.."Dwi masih mencurigaiku
"Tidak ada yang harus aku sembunyikan dari kalian.."tegasku seraya ketawa kecut"bisa kacau kalau mereka tau.."batinku. Bus yang tadinya berhenti mulai berjalan kembali, meninggalkan halte tempat gadis itu turun. Aku masih melihatnya berdiri di halte itu, "Apakah itu daerah tempat tinggalnya?" gumamku dalam hati. Tanpa Aku sadari Dwi dan Evie pun melihat ke arah gadis itu.
"Wahh..dia gadis yang manis."Ucap Dwi
"Siapa gadis itu?."tanya Evie"Apakah kau mengenalnya?."
"Eh.."aku terkejut, tanpa bisa mengatakan apa-apa dengan wajah yang semakin memerah
"Hey..Evie kau mempertanyakan hal bodoh."sahut Dwi"Kau tau..teman kita satu ini sepertinya sedang jatuh cinta."
"Hey..diamlah."balasku kesal"jangan ngomong sembarangan..siapa yang sedang jatuh cinta!."
"Kalian Berdua diamlah.."Evie menengahi kami"Kalian laki-laki payah..kalian hanya menatap gadis yang kalian suka dari jauh, tanpa berani bertindak apa-apa, pantas saja tidak ada gadis yang mau sama kalian sejak SMA."
Seketika itu Aku dan Dwi seperti tertimpa batu berton-ton di kepala kami,"Iya maafkan kami.."Ujarku dan Dwi menyesali hidup. Evie-pun memulai ceramahnya seakan dia psykolog yang sudah handal, dia memberitahukan pada kami segala hal tentang wanita, hingga tanpa sadar Bus berhenti di Halte tempat tinggal kami, tetapi Evie masih saja asik dengan ceramahnya, Aku dan Dwi berniat mengerjainya. Tanpa memberi tahu Evie Aku dan Dwi turun dari bus. Setelah kami turun bus kembali berjalan, dan Eviepun menyadari jika Aku dan Dwi sudah turun dari bus. Evie melihatku dan Dwi dari dalam bus, dia terlihat sangat kesal dan mengomel. Aku dan Dwi hanya bisa tertawa dan melambaikan tangan ke arah bus.
"Hey..Dwi, Apa tidak apa?..kita lakukan itu pada Evie."Tanyaku cemas
"Sudahlah..ayo pulang..dia seorang laki-laki..dia akan baik-baik saja."balas Dwi"kau tidak ingat kalau dia sudah berceramah..dia akan melakukannya berjam-jam."
Aku hanya tersenyum membalas ucapan Dwi.
"Wahhh..Aku tak sabar lagi menunggu besok.."ujar Dwi.
Jumat, 27 Desember 2013
michi 3
"Waahhh...akhirnya besok hari sabtu."Dwi memulai ocehannya"hey..apa kalian ada rencana besok?."
"Aku sepertinya kan menghabiskan waktuku dirumah saja."ujar evie dengan sikap cueknya.
"hey..Evie kenapa hidupmu sepertinya membosankan?"timpal dwi
"Sudah diamlah."balas Evie kesal
"Hey..kalian berdua diamlah..apa tidak bisa kalian berdamai sedetik saja?"Aku mencoba menetralisir keadaan,"Akan sangat menyenangkan kalau pergi ke pantai atau gunung di musim panas seperti ini"
"kau juga berpikir seperti itu Tyo?","wahhh..kita memang sehati" ucap dwi sangat senang seraya memelukku.
"heiii..lepaskan kau membuatku sulit bergerak!"
Setiap pulang sekolah saat SMA Aku, Evie, dan Dwi selalu mampir di sebuah cafe kecil bernama "Cafe d'Rosa", cafe ini cukup unik bergaya 80'an dan selalu memberi kami hiburan berupa lagu-lagu era 80'an, tapi suasananya sangat nyaman dengan tidak terlalu ramai pengunjung, menjadikan cafe ini adalah tempat favorit kami hingga saat ini.
"Kalian sudah bertambah tua..kenapa kalian masih suka ribut seperti anak SMA?". gurau Kak Anna pemilik cafe seraya menyajikan menu favorit kami, Ice cream soda dengan wafer sebagai toppingnya, yumm..yumm..^^
"Kak Anna..kau tidak ada rencana selama musim panas ini??"dwi melanjutkan investigasinya.
"Sebenarnya..aku ingin sekali pergi ke pantai sempu di daerah selatan malang..aku dengar pantai di sana sangat Indah."
Anna adalah pemilik sekaligus pengelola Cafe, usianya baru menginjak 25 tahun tapi tetap terlihat manis, sama seperti pertama kali kami datang ke Cafe ini 4 tahun yang lalu.
"Ahh..aku ada ide bagaimana kalau besok kita pergi ke Sempu?." teriak dwi"Kak Anna juga ikut"
" Apa tidak apa-apa?"tanya Kak Anna
"Tyo, Evie bagaimana menurut kalian?" tanya Dwi meminta dukungan
"Aku ikutin saja Dwi".jawabku."Baiklah..Aku juga ikuti saja"sambung Evie
"Baiklah, Sudah diputuskan kita ke Pantai Sempu besok, Kita berkumpul di depan Stasiun Gubeng jam 07.00!" ujar Dwi Kegirangan "Kalau begitu Aku akan menutup Cafe untuk bersiap-siap."sahut kak Anna. Aku, Dwi dan Evie juga pulang untuk bersiap-siap.
Kebetulan rumah kami bertiga berbeda desa tapi masih dalam satu kecamatan, seperti biasa Dwi dan Evie kembali mempeributkan sesuatu dan akupun hanya bisa pasrah mendengar keributan mereka.
Di tengah lamunan bus berhenti di halte berikutnya, aku melihat ke arah pintu masuk. beberapa orang sedang memasuki Bus, Tiba- tiba jantungku serasa melambat saat menatap ke arah seorang gadis, dia manis dengan kulit sawonya dan rambut lurus sebahu dengan ikat Pony Tail. Gadis itu duduk satu bangku di sebelahku.
"Apa yang harus aku lakukan?."gumamku seraya terus memandangi wajahnya dari pantulan kaca bus.
Apa yang harus aku lakukan?, Pertanyaan itu terus memenuhi isi kepalaku.
"Aku sepertinya kan menghabiskan waktuku dirumah saja."ujar evie dengan sikap cueknya.
"hey..Evie kenapa hidupmu sepertinya membosankan?"timpal dwi
"Sudah diamlah."balas Evie kesal
"Hey..kalian berdua diamlah..apa tidak bisa kalian berdamai sedetik saja?"Aku mencoba menetralisir keadaan,"Akan sangat menyenangkan kalau pergi ke pantai atau gunung di musim panas seperti ini"
"kau juga berpikir seperti itu Tyo?","wahhh..kita memang sehati" ucap dwi sangat senang seraya memelukku.
"heiii..lepaskan kau membuatku sulit bergerak!"
Setiap pulang sekolah saat SMA Aku, Evie, dan Dwi selalu mampir di sebuah cafe kecil bernama "Cafe d'Rosa", cafe ini cukup unik bergaya 80'an dan selalu memberi kami hiburan berupa lagu-lagu era 80'an, tapi suasananya sangat nyaman dengan tidak terlalu ramai pengunjung, menjadikan cafe ini adalah tempat favorit kami hingga saat ini.
"Kalian sudah bertambah tua..kenapa kalian masih suka ribut seperti anak SMA?". gurau Kak Anna pemilik cafe seraya menyajikan menu favorit kami, Ice cream soda dengan wafer sebagai toppingnya, yumm..yumm..^^
"Kak Anna..kau tidak ada rencana selama musim panas ini??"dwi melanjutkan investigasinya.
"Sebenarnya..aku ingin sekali pergi ke pantai sempu di daerah selatan malang..aku dengar pantai di sana sangat Indah."
Anna adalah pemilik sekaligus pengelola Cafe, usianya baru menginjak 25 tahun tapi tetap terlihat manis, sama seperti pertama kali kami datang ke Cafe ini 4 tahun yang lalu.
"Ahh..aku ada ide bagaimana kalau besok kita pergi ke Sempu?." teriak dwi"Kak Anna juga ikut"
" Apa tidak apa-apa?"tanya Kak Anna
"Tyo, Evie bagaimana menurut kalian?" tanya Dwi meminta dukungan
"Aku ikutin saja Dwi".jawabku."Baiklah..Aku juga ikuti saja"sambung Evie
"Baiklah, Sudah diputuskan kita ke Pantai Sempu besok, Kita berkumpul di depan Stasiun Gubeng jam 07.00!" ujar Dwi Kegirangan "Kalau begitu Aku akan menutup Cafe untuk bersiap-siap."sahut kak Anna. Aku, Dwi dan Evie juga pulang untuk bersiap-siap.
Kebetulan rumah kami bertiga berbeda desa tapi masih dalam satu kecamatan, seperti biasa Dwi dan Evie kembali mempeributkan sesuatu dan akupun hanya bisa pasrah mendengar keributan mereka.
Di tengah lamunan bus berhenti di halte berikutnya, aku melihat ke arah pintu masuk. beberapa orang sedang memasuki Bus, Tiba- tiba jantungku serasa melambat saat menatap ke arah seorang gadis, dia manis dengan kulit sawonya dan rambut lurus sebahu dengan ikat Pony Tail. Gadis itu duduk satu bangku di sebelahku.
"Apa yang harus aku lakukan?."gumamku seraya terus memandangi wajahnya dari pantulan kaca bus.
Apa yang harus aku lakukan?, Pertanyaan itu terus memenuhi isi kepalaku.
Kamis, 26 Desember 2013
michi 2
Di kampus aku adalah mahasiswa tingkat 1 program study Bahasa Inggris. Bisa dibilang mahasiswa baru. semua anak mahasiswa baru ramai dengan acara ospek program study mereka masing-masing. di kampus ada dua kelompok ekstrakulikuler himpunan mahasiswa dan unit keminatan mahasiswa, himpunan mahasiswa lebih bersifat resmi sedangkan unit keminatan lebih bersifat santai dan semua mahasiswa baru harus memilih salah satu.
"kenapa mata kuliah hari ini sangat menyebalkan!."keluh dwi
"kau saja yang payah."sahut evie
"ahh..padahal siapa tadi yang tidur selama kuliah."
"kau tidak tahu bagaimana rasanya dikejar uang sewa tiap bln."ujar evie sdih.
"haha..kau memang dibawah ketidak beruntungan evie."blasku
"dasar kau!"
evie dan dwi adalah teman dekatku sejak kami memasuki bangku SMA hingga saat ini. meski kami sering bertengkar,tapi kami tidak bisa berjauhan terlalu lama.
"hei..kalian sudah memutuskan ikut program ekstra yang mana?." tanya evie.
"aku belum melihat-lihat pameran mereka,tapi aku ingin yang bisa untuk jalan-jalan."jawab dwi,"itu seperti kau dwi,sejak SMA kau memang begitu, kalau kau tyo?."
"hemm..apa harus y?aku lbih suka jika ada ekstra yang tidak merepotkan."ujarku,"kalau kau evie?.."
"aku dengar disini ada ekstra olah vokal yang bagus." begitu mendengar jawaban evie, aku dan dwi sontak tertawa.
"kami tahu suara kamu bagus, tapi jika kami memakai peredam suara"sindir dwi sambil tertawa.
"memangnya kenapa, jika aku menjadi penyanyi yg sukses aku tidak akan mengakui kau fansku!."
"evie kau serius ikt ekstra olah vokal?."tegasku
"jika kau ikt meragukanku..terserah saja!." jawab evie dan dia keluar bersama teman kelas lainnya.
"hey..tyo kau sepertinya sedang memikirkan sesuatu!."(tanya dwi.
"apa yang kau bicarakan?."
"tidak biasanya kau banyak diam seperti hari ini..apalagi selama kuliah tadi kau senyum sendiri".
"bukan apa-apa!"elakku"hey..aku dengar kau sedang dekat dengan anak b.indonesia"
"hey..darimana kau dengar hal itu?"
"kau tau..telingaku ada di seluruh kampus meski kita masih baru"
"tapi aku mohon jangan bilang siapa-siapa akan hal ini,aku tak ingin dia tahu dulu"rajuk dwi
"baiklah..lagipula itu bukan urusanku..tapi aku dengar ada rumah makan enak yang terkenal dengan minya"sindirku
"baiklah aku tahu maksudmu."
"kenapa mata kuliah hari ini sangat menyebalkan!."keluh dwi
"kau saja yang payah."sahut evie
"ahh..padahal siapa tadi yang tidur selama kuliah."
"kau tidak tahu bagaimana rasanya dikejar uang sewa tiap bln."ujar evie sdih.
"haha..kau memang dibawah ketidak beruntungan evie."blasku
"dasar kau!"
evie dan dwi adalah teman dekatku sejak kami memasuki bangku SMA hingga saat ini. meski kami sering bertengkar,tapi kami tidak bisa berjauhan terlalu lama.
"hei..kalian sudah memutuskan ikut program ekstra yang mana?." tanya evie.
"aku belum melihat-lihat pameran mereka,tapi aku ingin yang bisa untuk jalan-jalan."jawab dwi,"itu seperti kau dwi,sejak SMA kau memang begitu, kalau kau tyo?."
"hemm..apa harus y?aku lbih suka jika ada ekstra yang tidak merepotkan."ujarku,"kalau kau evie?.."
"aku dengar disini ada ekstra olah vokal yang bagus." begitu mendengar jawaban evie, aku dan dwi sontak tertawa.
"kami tahu suara kamu bagus, tapi jika kami memakai peredam suara"sindir dwi sambil tertawa.
"memangnya kenapa, jika aku menjadi penyanyi yg sukses aku tidak akan mengakui kau fansku!."
"evie kau serius ikt ekstra olah vokal?."tegasku
"jika kau ikt meragukanku..terserah saja!." jawab evie dan dia keluar bersama teman kelas lainnya.
"hey..tyo kau sepertinya sedang memikirkan sesuatu!."(tanya dwi.
"apa yang kau bicarakan?."
"tidak biasanya kau banyak diam seperti hari ini..apalagi selama kuliah tadi kau senyum sendiri".
"bukan apa-apa!"elakku"hey..aku dengar kau sedang dekat dengan anak b.indonesia"
"hey..darimana kau dengar hal itu?"
"kau tau..telingaku ada di seluruh kampus meski kita masih baru"
"tapi aku mohon jangan bilang siapa-siapa akan hal ini,aku tak ingin dia tahu dulu"rajuk dwi
"baiklah..lagipula itu bukan urusanku..tapi aku dengar ada rumah makan enak yang terkenal dengan minya"sindirku
"baiklah aku tahu maksudmu."
Rabu, 25 Desember 2013
michi 1
Seperti pada hari biasanya, pagi ini penuh dengan suasana damai dan hangat, mentari di musim panas kali ini cukup bersahabat, tidak terlalu panas. ahhh..hari ini akan menyenangkan, gumamQ dalam hati seraya perlahan membuka mata."Tyo ayo bangun, kau bisa terlambat!." teriak ibuQ dari balik pintu kamar. aku melirik pada jam weker di meja samping tempat tidurku, waktu menunjukkan 07.00.
"Tyo bangun..!."teriak ibuku sekali lagi. "Ibu tidak teriakpun aku sudah bangun." aku menjawab seraya membuka pintu.
"Kalau kau terbiasa lambat seperti kau mau jadi apa?","kau akan terlambat kuliah,cepat mandi sana." celoteh ibuku seperti ini sudah aku dengar sejak usiaQ 5 tahun. rasanya sudah seperti vitamin pagi hari.
"jangan mengomel terus nanti gimana kalau tekanan darah ibu naik??..aku tidak mau ibu sakit."
"dasar kau ini."nampak Ibu tidak nyaman dengan rayuanku tapi aku tahu dia tersipu-sipu.^^
setelah bersiap aku meluncur menuju kampus. aku pergi ke kampus dengan bus, dengan earphone di telinga dan lagu dari AKB48 yang penuh semangat aku menikmati 30 menit perjalananku. "maaf permisi." aku mendengar suara yang lembut sepertinya suara seorang gadis. aku menggeser badan tanpa melihat asal suara..lagu dari AKB ini lebih penting daripada asal suara.
Tapi semakin lama rasa penasaranku mengalahkan laguku, aku menlihat gadis di sebelahku melalui kaca jendela. apa aku tidak salah lihat?kenapa ada gadis semanis ini?rambut coklat bergelombang,mata yang sayu, gumamQ dalam hati, "maaf boleh tahu jam berapa sekarang?." suara gadis itu membuyarkan lamunanku, "07.45"jawabku seraya menatap wajahnya. "apa aku masih tidur?".
"maaf?.""eh..tidak,bukan apa-apa".
"begitu ya..baiklah terima kasih banyak."
belum sempat aku menjawab gadis itu telah turun dari . aku melihat papan halte tempat gadis itu turun "royal plaza y..apa akan bertemu lagi y??."gumamku. "aahh sial kenapa aku mengabaikannya"..gerutuku.
"Tyo bangun..!."teriak ibuku sekali lagi. "Ibu tidak teriakpun aku sudah bangun." aku menjawab seraya membuka pintu.
"Kalau kau terbiasa lambat seperti kau mau jadi apa?","kau akan terlambat kuliah,cepat mandi sana." celoteh ibuku seperti ini sudah aku dengar sejak usiaQ 5 tahun. rasanya sudah seperti vitamin pagi hari.
"jangan mengomel terus nanti gimana kalau tekanan darah ibu naik??..aku tidak mau ibu sakit."
"dasar kau ini."nampak Ibu tidak nyaman dengan rayuanku tapi aku tahu dia tersipu-sipu.^^
setelah bersiap aku meluncur menuju kampus. aku pergi ke kampus dengan bus, dengan earphone di telinga dan lagu dari AKB48 yang penuh semangat aku menikmati 30 menit perjalananku. "maaf permisi." aku mendengar suara yang lembut sepertinya suara seorang gadis. aku menggeser badan tanpa melihat asal suara..lagu dari AKB ini lebih penting daripada asal suara.
Tapi semakin lama rasa penasaranku mengalahkan laguku, aku menlihat gadis di sebelahku melalui kaca jendela. apa aku tidak salah lihat?kenapa ada gadis semanis ini?rambut coklat bergelombang,mata yang sayu, gumamQ dalam hati, "maaf boleh tahu jam berapa sekarang?." suara gadis itu membuyarkan lamunanku, "07.45"jawabku seraya menatap wajahnya. "apa aku masih tidur?".
"maaf?.""eh..tidak,bukan apa-apa".
"begitu ya..baiklah terima kasih banyak."
belum sempat aku menjawab gadis itu telah turun dari . aku melihat papan halte tempat gadis itu turun "royal plaza y..apa akan bertemu lagi y??."gumamku. "aahh sial kenapa aku mengabaikannya"..gerutuku.
Langganan:
Postingan (Atom)