Jumat, 27 Desember 2013

michi 3

"Waahhh...akhirnya besok hari sabtu."Dwi memulai ocehannya"hey..apa kalian ada rencana besok?."
"Aku sepertinya kan menghabiskan waktuku dirumah saja."ujar evie dengan sikap cueknya.
"hey..Evie kenapa hidupmu sepertinya membosankan?"timpal dwi
"Sudah diamlah."balas Evie kesal
"Hey..kalian berdua diamlah..apa tidak bisa kalian berdamai sedetik saja?"Aku mencoba menetralisir keadaan,"Akan sangat menyenangkan kalau pergi ke pantai atau gunung di musim panas seperti ini"
"kau juga berpikir seperti itu Tyo?","wahhh..kita memang sehati" ucap dwi sangat senang seraya memelukku.
"heiii..lepaskan kau membuatku sulit bergerak!"

Setiap pulang sekolah saat SMA Aku, Evie, dan Dwi selalu mampir di sebuah cafe kecil bernama "Cafe d'Rosa", cafe ini cukup unik bergaya 80'an dan selalu memberi kami hiburan berupa lagu-lagu era 80'an, tapi suasananya sangat nyaman dengan tidak terlalu ramai pengunjung, menjadikan cafe ini adalah tempat favorit kami hingga saat ini.

"Kalian sudah bertambah tua..kenapa kalian masih suka ribut seperti anak SMA?". gurau Kak Anna pemilik cafe seraya menyajikan menu favorit kami, Ice cream soda dengan wafer sebagai toppingnya, yumm..yumm..^^
"Kak Anna..kau tidak ada rencana selama musim panas ini??"dwi melanjutkan investigasinya.
"Sebenarnya..aku ingin sekali pergi ke pantai sempu di daerah selatan malang..aku dengar pantai di sana sangat Indah."
Anna adalah pemilik sekaligus pengelola Cafe, usianya baru menginjak 25 tahun tapi tetap terlihat manis, sama seperti pertama kali kami datang ke Cafe ini 4 tahun yang lalu.
"Ahh..aku ada ide bagaimana kalau besok kita pergi ke Sempu?." teriak dwi"Kak Anna juga ikut"
" Apa tidak apa-apa?"tanya Kak Anna
"Tyo, Evie bagaimana menurut kalian?" tanya Dwi meminta dukungan
"Aku ikutin saja Dwi".jawabku."Baiklah..Aku juga ikuti saja"sambung Evie
"Baiklah, Sudah diputuskan kita ke Pantai Sempu besok, Kita berkumpul di depan Stasiun Gubeng jam 07.00!" ujar Dwi Kegirangan "Kalau begitu Aku akan menutup Cafe untuk bersiap-siap."sahut kak Anna. Aku, Dwi dan Evie juga pulang untuk bersiap-siap.
Kebetulan rumah kami bertiga berbeda desa tapi masih dalam satu kecamatan, seperti biasa Dwi dan Evie kembali mempeributkan sesuatu dan akupun hanya bisa pasrah mendengar keributan mereka.
Di tengah lamunan bus berhenti di halte berikutnya, aku melihat ke arah pintu masuk. beberapa orang sedang memasuki Bus, Tiba- tiba jantungku serasa melambat saat menatap ke arah seorang gadis, dia manis dengan kulit sawonya dan rambut lurus sebahu dengan ikat Pony Tail. Gadis itu duduk satu bangku di sebelahku.
"Apa yang harus aku lakukan?."gumamku seraya terus memandangi wajahnya dari pantulan kaca bus.
Apa yang harus aku lakukan?, Pertanyaan itu terus memenuhi isi kepalaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar