Aku dan dua sahabatku menunggu bus yang akan mengantar kami ke stasiun gubeng, ya..hari ini kami melaksanakan rencana berlibur ke Pantai sempu, Malang selatan. Kami berangkat cukup pagi sekitar pukul 5.00,karena kereta akan berangkat pukul 7.00.
"Kenapa kita berangkat sepagi ini?."Dwi mulai keluhnya,"aku hanya tidur beberapa jam tadi malam."
"memang apa saja yang kau lakukan semalaman?."tanyaku"kau kan yang paling bersemangat untuk liburan ini?.","kenapa jadi kau yang jadi payah sekarang?"
"sudahlah..aku tak mampu menjawab pertanyaanmu."
Evie Sepertinya tidak menunjukkan kemarahan atau benci setelah Aku dan Dwi meninggalkannya di bus kemarin. Tapi ada yang sedikit berbeda dari Evie, dia terlihat murung dan banyak diam dari biasanya.
"Hey..kalau kita sudah di sana..apa yang akan kalian lakukan?"tanya Evie padaku dan Dwi.
"Aku harap bisa melihat pemandangan bagus".jawab dwi dengan raut muka membayangkan sesuatu.
"Apa yang kau pikirkan payah.?"bentak evie"seingatku Pantai Sempu bukan pantai umum,jadi jangan berpikir yang aneh-aneh!"
"Apa kau sudah pernah kesana evie?"
"Bisa dikatakan seperti itu..dulu setelah ujian akhir SMP..aku dan teman2ku merayakan dengan pergi ke sana."terang Evie."Tetapi aku sebenarnya tak ingin ikut."lanjut Evie dengan suara lirih"Begitupun saat ini".
Aku tak melanjutkan pertanyaanku setelah melihat raut wajah Evie yang menunjukkan kesedihan. Aku hanya berpikir sesuatu yang tidak nyaman membebani pikiran Evie sampai saat ini.
"Ahh..itu bus kita!"teriak Dwi"Ayo berangkat!"
Perjalanan menuju stasiun gubeng dari rumah kami memakan waktu kurang lebih satu jam. Di tengah perjalanan telepon genggam milikku berdering, ternyata kak Anna yang menelepon.
"Apa kalian sudah berangkat?."suara kak Anna dari seberang sana.
"kita dalam perjalanan sekarang, kurang lebih satu jam lagi sampai."
"Baiklah..aku akan menunggu di depan stasiun."balas kak Anna.
Setelah ku tutup telepon genggamku, Aku melihat Dwi yang sedang tertidur disebelah kiriku, dekat jendela. "kalau anak dua ini tidak ribut suasana cukup sepi juga."kataku dalam hati. tapi yang aku khawatirkan bukanlah hal itu. Aku Melihat Evie murung. tidak tega melihat sahabatku terdiam sendiri, Aku pun duduk di Sebelahnya.
"Coba kau lihat Dwi..tidurnya seperti anak kecil..dasar payah.."kataku mencoba menghibur Evie, Tapi sepertinya Upayaku tidak berhasil.
"Hey..ayo bersemangatlah..kita kan sedang liburan kenapa kau murung..??."lanjutku,"Kau tidak harus memaksakan diri mengikuti rencana bodoh dwi kemarin, kalau kau sebenarnya tak ingin."
"Sebenarnya aku ingin mengatakannya..tapi melihat Dwi begitu bersemangat dengan liburan ini, sebagai sahabat aku tak tega menolaknya."Tukas Evie.
"Kalau Aku boleh tahu.."ucapku,"Apa yang sebenarnya terjadi?."
Sepanjang perjalanan Evie menceritakan alasannya kenapa Dia membenci Pantai ataupun Laut, Saat dia masih duduk di kelas 4 Sekolah dasar, Evie bersama keluarganya berwisata ke Pulau Lombok. Pulau yang terkenal dengan Lautnya yang Indah. Hari Itu adalah hari yang sangat Indah untuk penerbangan dan tidak ada tanda-tanda hal buruk akan terjadi, Semuanya berjalan lancar. Setelah beberapa menit lepas landas Pesawat yang ditumpangi keluarga Evie di hantam badai, kemudian terjadi kerusakan, salah satu mesin pesawat tiba-tiba berhenti dan terbakar akibat tersambar petir. Hal ini membuat pesawat tidak stabil dan menukik sehingga jatuh di laut lepas, pesawat terbelah menjadi tiga bagian dan sebagian besar penumpang serta kru pesawat tewas pada kecelakaan tersebut, termasuk Ayah, Ibu, dan Adik Evie. hanya segelintir orang yang berhasil selamat, Evie adalah salah satu korban selamat. Tidak berhenti sampai di situ, Evie harus terapung dan bertahan selama 3 hari hingga akhirnya dia ditemukan dan di selamatkan oleh seorang nelayan. Setelah kejadian itu dia tinggal bersama pamannya.
"Jadi seperti itu ya.."ucapku, Aku, Evie dan Dwi sejak 3 tahun yang lalu menjadi sahabat, Evie tidak pernah menceritakan hal tersebut. Aku dan Dwi-pun tidak ingin mencari tahu, karena Evie tidak pernah menunjukkan kesedihan seperti saat ini, "Aku minta maaf selama 3 tahun kita bersahabat, Aku tidak menceritakan pada kalian, dan memilih menyembunyikannya."Evie melanjutkan ucapannya,"Sejak kejadian mengerikan 8 tahun lalu, Aku selalu menjadi korban Bully di sekolah, dan teman-temanku mulai menjauhiku satu per satu, dan sejak saat itu aku tidak mempercayai siapapun."
"Hingga pada akhirnya aku bertemu kalian 3 tahun lalu."tukas Evie dengan tersenyum."2 hari lagi adalah hari kematian keluargaku"
"Aku mengerti sekarang, kau pasti sangat merindukan keluargamu."kataku memberi semangat
Aku ingat pertama kali kami bertemu, Evie adalah anak yang sangat tomboy, dia tidak segan menghajar siapapun yang mengganggunya. Ironisnya Aku dan Dwi adalah korban keganasan Evie, Tapi dari situlah awal pertemanan kami hingga menjadi sahabat.
Satu Jam perjalanan terasa sangat singkat, kamipun sampai di Stasiun Gubeng, Kak Anna sudah menunggu di depan stasiun. Dia melambai ke arah kami, Evie yang tadinya murung dan sedih kini sudah kembali seperti Evie yang biasanya, "keributan akan segera terjadi lagi." kataku dalam hati "tapi..syukurlah."
Ahh..itu bus kita!"teriak Dwi"Ayo berangkat!"
BalasHapustolong koma atau titik :)
ahh.. itu bus kita sudah datang!, teriak Dwi. ayo berangkat!
tidak usah kutipan -_-"
Makasih fita atas sarannya..^^..Qmasih perlu banyak belajar..mohon bantuannya
Hapus